Bercerita itu Bermakna: Manfaat Bercerita pada Anak Usia Dini
Salah satu metode pembelajaran yang dilakukan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah bercerita. Ketika bercerita maka kemampuan berbicara anak akan terasah, anak akan terlibat dalam kegiatan bercerita. Aspek bahasa, kognitif, dan sosial emosional anak akan terstimulus. Dalam kegiatan bercerita pastinya tetap ada interaksi antara guru dan anak sehingga dapat merangsang daya pikir anak.
Bercerita merupakan suatu mekanisme penyampaian cerita dengan menggunakan kata-kata, gambar, suara, atau gerakan dengan maksud untuk mengkomunikasikan pesan atau mempengaruhi audiens (Rahiem, 2021). Dalam pemilihan cerita terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain: a) cerita itu harus menarik dan memikat perhatian guru itu sendiri, b) cerita itu harus sesuai dengan kepribadian anak, gaya, dan bakat anak, c) cerita itu harus sesuai dengan tingkat usia dan kemampuan mencerna isi cerita anak. Tentunya pemilihan cerita tersebut dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak dan kita sebagai orang yang lebih dewasa harusnya bisa aware terhadap hal tersebut.
Adapun manfaat dari kegiatan bercerita pada anak usia dini yaitu a) memberikan pengetahuan sosial, nilai-nilai kebudayaan, moral, dan keagamaan, b) memberikan pengalaman beajar untuk berlatih mendengarkan, c) memungkinkan anak mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor masing-masing anak, d) memungkinkan pengembangan dimensi perasaan anak. Dalam penyampaian cerita tentu diperlukan beberapa teknik untuk menarik perhatian anak, yaitu dengan cara modulasi suara dengan mengubah nada, kecepatan, dan volume, adanya penggabungan isyarat dan ekspresi, memberikan jeda saat bercerita, dan memberikan beberapa pertanyaan interaktif.

Komentar
Posting Komentar